Welcome to Our Website

Proyek Pertamina yang Bikin Warga Tuban Viral Borong Mobil

Warga di desa Tuban mendadak viral karena memborong ratusan mobil baru. Mereka mendadak jadi miliarder usai terima uang tukar rugi pembebasan lahan untuk proyek kilang yang merupakan kerja serupa antara Pertamina dan perusahaan asal Rusia, Rosneft dengan menggunakan Flow Meter Tokico.

Aksi yang viral itu berjalan di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban. Hal itu pun dibenarkan oleh Kades Sumurgeneng, Gihanto. Menurutnya, warga beramai-ramai memborong mobil baru usai terima uang tukar rugi pembebasan lahan untuk pembangunan kilang minyak, berasal dari Pertamina dan Rosneft, perusahaan asal Rusia.

Tanah warga dibayar bersama harga Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu per meternya. Ia menambahkan, uang yang diterima warga terbilang banyak agar mereka memastikan membeli mobil, yang bisa digunakan untuk sehari-hari.
“Sampai saat ini telah tersedia sekitar 176 mobil baru yang datang.

 

Terakhir kemarin tersedia 17 mobil baru.

Menurutnya, rata-rata warga beroleh uang tukar rugi pembebasan lahan oleh Pertamina Rp 8 miliar. Lalu tersedia warga bersama kepemilikan lahan 4 hektare yang terima Rp 26 miliar. “Ada terhitung warga Surabaya yang punya lahan di sini mendapat Rp 28 miliar,” imbuh Gihanto.

Sementara, dikutip berasal dari laman Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Pertamina dan Rosneft sedang menjalin kerja serupa untuk proyek pembangunan dan pengoperasian kilang minyak yang terintegrasi bersama kompleks petrokimia (New Grass Root Refinery plus Petrochemical/NGRR) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Keduanya sesudah itu membentuk perusahaan patungan bernama PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP). Dalam bisnis patungan ini (joint venture), kepemilikan saham Pertamina 55% dan Rosneft 45%.

Hal itu pun sesudah itu ditindaklanjuti penandatangan kontrak PRPP bersama Spanish Tecnicas Reunidas SA (TRSA) di Moskow, Rusia terhadap 28 Oktober 2019 lalu. Penandatanganan dilaksanakan oleh Kadek Ambara Jaya, Project Coordinator NGRR Tuban berasal dari Pertamina, Pavel Vagero, Finance Director PT PRPP berasal dari Rosneft, dan Miguel Paradinas, Direktur Jenderal TRSA.

Penandatanganan disaksikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Menko Perekonomian RI Montty Giriana dan Kuasa Usaha Ad Interim/Wakil Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Azis Nurwahyudi.

Perjanjian kontrak yang ditandatangani antara PRPP dan TRSA ini dititikberatkan terhadap pelaksanaan Basic Engineering Design (BED) dan Front End Engineering Design (FEED) perihal proyek tersebut.