Welcome to Our Website

Obat COVID-19 Buatan Jepang

Keresahan warga global terhadap pandemi COVID-19 masih belum sahih-benar mereda. Beberapa negara masih memberikan angka perkara yang semakin meningkat setiap harinya. Beberapa negara bahkan melaporkan adanya gelombang ke 2 sehabis beberapa ketika sebelumnya merasa lega dan optimis sebab kurva yg melandai. Namun di tengah keresahan ini, avigan timbul sebagai salah satu harapan. Obat berasal Jepang ini dianggap bisa mengobati COVID-19 yg disebabkan oleh virus Corona. namun, benarkah demikian? bagi kalian yang sedang magang kerja ke Jepang pasti tahu hal ini..

Melalui Uji Klinis

Penyakit COVID-19 yg menyebar dengan sangat cepat menjadi momok tersendiri sebab belum ditemukannya vaksin buat menanggulanginya. tetapi, Jepang berhasil membangun avigan yg dianggap dapat menyembuhkan pasien yg positif terjangkit virus Corona.

Obat COVID-19 ini dikembangkan sang Toyama Chemical Co, yakni anak perusahaan Fujifilm Holdings. Obat ini sebenarnya merupakan obat virus antiinfluenza yang juga pernah digunakan untuk pengobatan pasien positif Ebola.

Efektivitas avigan dalam melawan virus Corona disampaikan sang Zhang Zinmin pada Maret 2020 lalu. Direktur National Center for Biotechnology Development Tiongkok tersebut memberikan hal tersebut sehabis uji klinis yg dilakukan.

Pengujian avigan dilakukan pada dua kota di Tiongkok, yakni Wuhan dan Shenzhen. Adapun jumlah pasien di Wuhan yang terlibat adalah sebanyak 240 pasien, sedangkan jumlah pasien diShenzen yang terlibat artinya sebesar 80 pasien. Sesuai pengujian tadi, berikut beberapa yang akan terjadi yang diperoleh.

Penurunan Suhu Tubuh Pasien

Avigan mampu menurunkan suhu tubuh pasien positif Covid-19 pulang normal dalam jangka ketika (rata-homogen) 2,lima hari. ad interim itu, pasien yang tidak diberikan obat tadi membutuhkan saat kurang lebih 4,2 hari buat mencapai suhu tubuh normal.

Keluhan Batuk Mereda

Keluhan batuk yang sebagai galat satu gejala primer COVID-19 pula mereda lebih cepat di pasien positif yg diberi Avigan. rata-homogen waktu yang diperlukan buat meredakan batuk memakai Avigan artinya 4,57 hari, sedangkan homogen-homogen waktu yang dibutuhkan untuk meredakan batuk tanpa menggunakan obat tersebut ialah lima,98 hari.

Peningkatan kondisi Paru-Paru

Pengujian ini memakai X-ray. Pasien yg mengonsumsi avigan mengalami peningkatan syarat paru-paru hingga 91%, sedangkan pasien tanpa avigan mengalami peningkatan syarat paru-paru kurang lebih 62%.

Perubahan Status Pasien

Pasien positif yang diberi avigan berubah statusnya menjadi negatif hanya pada waktu empat hari. ad interim itu, pasien positif yang tidak diberi avigan baru berubah statusnya menjadi negatif lebih kurang sebelas hari.

Persetujuan sebagai Obat COVID-19

Dilansir dari berbagai sumber, avigan teruji klinis menjadi obat buat menangani COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang. Adapun beberapa hal penting terkait obat ini adalah menjadi berikut.

Avigan artinya obat keras sehingga tidak dijual bebas. Penggunaan obat ini wajib menggunakan resep dokter dan tidak diketahui berapa harga pasarannya.

Pemerintah Jepang memegang kendali atas produksi serta sirkulasi obat ini. ialah, penggunaan avigan buat pengobatan virus Corona pun wajib melalui persetujuan penuh pemerintah.

Obat ini berbahaya untuk janin. Selain itu, asal pada Kementerian Kesehatan Jepang pula berkata bahwa avigan tidak efektif buat penderita COVID-19 menggunakan gejala parah.

Avigan dibuat buat mengobati virus RNA, bukan DNA. Obat ini bekerja dengan cara melumpuhkan enzim RNA polimerase sehingga replikasi virus akan terhenti.

Persetujuan serta produksi massal avigan menjadi obat COVID-19 masih menunggu persetujuan. Adapun persetujuan ini berdasarkan di pengujian lebih lanjut yg dilakukan.

Meski hingga sekarang belum bisa dipastikan kapan avigan bisa sahih-sahih dianggap sebagai obat COVID-19, yang akan terjadi pengujian selama ini memberi harapan baru bagi umat insan dalam melawan virus Corona. Selagi menunggu, warga pun permanen diperlukan buat permanen disiplin memberlakukan protokol kesehatan buat mengurangi risiko terinfeksi COVID-19.