Welcome to Our Website

KADO PEMERINTAH UNTUK MEMBANTU JUALAN ONLINE UMKM

UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah memang menjadi ujung tombak ekonomi Indonesia dan negara ASEAN lainnya. Model bisnis ini menjadi yang terbanyak digandrungi oleh masyarakat ASEAN khususnya Indonesia dengan pangsa pasar 99%.

Hal ini dapat dimengerti, apalagi saat ini sudah banyak pihak UMKM yang melakukan jualan online. Jualan online pada saat ini terasa seperti sangat penting bagi pelaku usaha. Karena dengan jualan online, mereka bisa melebarkan akses pasar mereka.

Bayangkan saja, jualan online membantu mereka untuk menjangkau konsumen yang berada di seberang pulau atau bahkan berbeda negara. Hal ini juga dibantu dengan perkembangan jasa ekspedisi yang semakin cepat.

Kembali kepada UMKM, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008, UMKM merupakan usaha milik perseorangan atau badan usaha perorangan yang produktif dan memenuhi kriteria yang ditulis oleh Undang-Undang.

Berikut kriteria UMKM yang ditentukan oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1998:

Ukuran Usaha Kriteria
Aset (tidak termasuk tanah & bangunan tempat usaha) Omset (dalam 1 tahun)
Usaha Mikro Maksimal Rp50 Juta Maksimal Rp300 Juta
Usaha Kecil Lebih dari Rp50 Juta – Rp500 Juta Lebih dari Rp300 Juta – Rp2,5 Milyar
Usaha Menengah Lebih dari Rp500 Juta – Rp10 Milyar Lebih dari Rp2,5 Milyar – Rp50 Milyar
Usaha Besar Lebih dari Rp10 Milyar Lebih dari Rp50 Milyar

Dengan penjelasan di atas, maka sangat wajar jika pangsa pasar di Indonesia dikuasai oleh UMKM. Bahkan UMKM telah berkontribusi besar dengan menyumbangkan hingga Rp8.573,9 trilliun ke PDB Indonesia pada tahun 2018. Padahal saat itu PDB Indonesia sebesar Rp14.838,3 trilliun. Maka, kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai 57,8%.

Belum lagi, UMKM juga memberikan lapangan kerja sebanyak 116.978.631 orang atau mencapai 97% dari total tenaga kerja Indonesia (UMKM dan Unit Besar). Hingga saat ini, UMKM Indonesia berjumlah 64.194.057 unit atau 99,99% dari total unit usaha di Indonesia.

Bahkan, saat krisis moneter melanda Indonesia pada tahun 1998 silam, UMKM menjadi pendorong bangkitnya perekonomian di Indonesia. Oleh karena itu sudah sepantasnya jika pemerintah Indonesia harus membalas budi UMKM.

Pada Hari Raya Kemerdekaan Indonesia ke-75, Pemerintah Indonesia memberikan kado yang sangat spesial kepada UMKM. Pemerintah melalui Kementerian BUMN telah merilis sebuah platform digital yang sangat bagus untuk perkembangan UMKM.

Platform yang bernama PaDi UMKM (Pasar Digital UMKM) ini menjadi sebuah tempat atau wadah yang mempertemukan UMKM dan BUMN. Pertemuan ini bukan pertemuan biasa ya, tetapi merupakan transaksi pengadaan barang dan jasa BUMN.

Selama ini pengadaan barang dan jasa BUMN kebanyakan dilakukan dengan cara tender. Tetapi untuk nominal maksimal Rp14 milliar maka akan dilakukan dengan cara online yakni melalui PaDi UMKM.

Selain berjualan online kepada BUMN, UMKM dapat melakukan jualan online kepada pembeli retail. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan akses pasar yang jauh lebih luas dari sebelumnya.

PaDi UMKM juga akan terus menampung semua UMKM yang ada di Indonesia untuk bergabung dan berjualan online. Tetapi, sebelum berjualan online, UMKM harus melalui proses verifikasi dan screening yang ketat. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kualitas produk ataupun jasa yang diberikan kepada BUMN dan juga pembeli retail nantinya.

Maju terus UMKM Indonesia bersama PaDi UMKM!