Welcome to Our Website

Jenis-Jenis Pompa Berdasarkan Cara Kerjanya Mengalirkan Fluida

Kata pompa barangkali telah tidak asing lagi di telinga kita, nyaris tiap tiap orang telah punyai alat ini, khususnya jenis pompa air. Namun, pompa air cuman keliru satu dari beraneka macam jenis pompa ,dan tiap tiap jenisnya punyai cara kerja tiap-tiap untuk lakukan pengaliran. Selain cara kerjanya yang berbeda-beda, bentuknya pun tidak sama, khususnya yang digunakan terhadap pabrik-pabrik besar layaknya kilang minyak dengan menggunakan Turbine Flow Meter.

Apa faedah utama pompa? Pompa adalah suatu alat untuk memindahkan fluida cair dari suatu area ke area lain bersama memberikan model tekan terhadap zat yang bakal dipindahkan. Contohnya, pindahan minyak mentah dari tangki penampungan bahan baku ke didalam kolom distilasi untuk diolah, misal lainnya yaitu pengangkatan air dari didalam sumur untuk dialirkan ke rumah warga.

Pada dasarnya, prinsip kerja pompa didalam lakukan pengaliran yaitu bersama cara memberikan model tekan terhadap fluida. Tujuan dari model tekanan berikut ialah untuk menangani friksi atau halangan yang timbul di didalam pipa saluran disaat sistem pengaliran sedang berlangsung.

Friksi berikut umumnya disebabkan oleh terdapatnya beda elevasi (ketinggian) antara saluran masuk dan saluran keluar, dan juga gara-gara terdapatnya tekanan balik yang harus dilawan. Tanpa terdapatnya tekanan terhadap cairan maka cairan berikut tidak barangkali untuk dialirkan/dipindahkan.

Perpindahan fluida cair dapat berlangsung secara horizontal maupun vertikal, layaknya zat cair yang berpindah secara mendatar bakal mendapatkan halangan berupa gesekan dan turbulensi Sedangkan zat cair bersama pindahan ke arah vertikal, halangan yang timbul dapat berupa hambatan-hambatan yang diakibatkan gara-gara terdapatnya perbedaan tinggi antara permukaan isap (suction) dan permukaan tekan/buang (discharge).

 

Jenis-jenis Pompa

Pada bagian ini bakal dijelaskan berkenaan jenis-jenis pompa, gara-gara layaknya yang telah disebutkan di atas bahwa pompa datang bersama beraneka jenis berdasarkan cara kerjanya masing-masing. Secara garis besar, alat ini cuma digolongkan didalam dua jenis, yaitu pompa pindahan positif (positive displacement pump) dan pompa dinamik (dynamic pump). Lantas, apa perbedaanya? silakan baca ulasannya di bawah.

Pada dasarnya, cairan apapun dapat ditangani oleh nyaris semua jenis pompa, tetapi pemilihannya harus disesuaikan bersama vikositas cairan dan perbedaan elevasi. Dalam pengaplikasiannya di lapangan, pompa sentrifugal diakui lebih ekonomis dan lebih banyak digunakan jika dibandingkan bersama pompa rotary dan reciprocating.

1. Pompa Perpindahan Positif

Pompa ini dikenal sesuai bersama caranya beroperasi yaitu, cairan disita dari sisi suction, sesudah itu diberi model tekan di didalam rumah pompa dan dipindahkan ke sisi discharge, pindahan fluida di didalam rumah pompa berlangsung secara positif. Pompa ini digunakan di beraneka macam sektor industri, khususnya untuk memindahkan air maupun fluida berviskositas tinggi. Pompa pindahan positif masih digolongkan menjadi 2 jenis berdasarkan cara pemindahannya, yaitu:

Pompa Reciprocating

Cara kerja terhadap pompa reciprocating saat mengalirkan fluida yaitu, mengkonversikan atau merubah kekuatan mekanis dari penggerak pompa menjadi kekuatan dinamis/potensial terhadap cairan yang dipindahkan, pindahan kekuatan ke cairan berlangsung melalui elemen berupa gear atau sering juga disebut crank/cam yang bergerak secara memutar dan memberikan dorongan terhadap piston.

Piston inilah yang selanjutnya bakal menekan fluida ke arah discharge agar dapat mengalir. Jadi dapat diartikan bahwa, prinsip kerja dari pompa reciprocating yaitu memberikan tekanan terhadap cairan melalui jarum piston. Dalam penggunaannya di lapangan, pompa ini dominan digunakan untuk pemompaan cairan kental, contohnya untuk keperluan pengaliran minyak mentah.

Pompa Rotary

Pompa jenis ini punyai prinsip kerja yang tidak jauh berbeda bersama pompa reciprocating, tetapi elemen pemindahnya tidak bergerak secara translasi melainkan bergerak secara rotasi di didalam casing (rumah pompa). Perpindahan dilakukan oleh model putaran sebuah gear dan baling-baling di didalam sebuah area bersekat, tetapi masih terhadap casing yang sama. Komponen utama pompa rotary sendiri terdiri dari: gear dalam, gear luar, lobe dan baling-baling dorong. Pompa ini umumnya digunakan untu sarana tertentu bersama suasana tertentu di wilayah industri.

2. Pompa Dinamik

Pompa dinamik juga dikarakteristikkan oleh caranya beroperasi, yaitu; impeler yang berputar bakal merubah kekuatan kinetik menjadi tekanan maupun kecepatan yang dibutuhkan untuk mengalirkan fluida. Sama halnya bersama pompa pindahan positif, pompa dinamik juga masih digolongkan ke didalam dua jenis, yaitu:

Pompa Sentrifugal

Pompa ini merupakan pompa yang terlalu lazim digunakan, umumnya kira-kira 70% pompa yang digunakan terhadap kilang minyak merupakan jenis pompa sentrifugal. Cara kerja pompa ini ialah bersama merubah kekuatan kinetik (kecepatan) cairan menjadi kekuatan potensial (tekanan) melalui suatu impeller yang berputar di didalam casing. Impeller berikut berupa piringan berongga yang punyai sudu-sudu melengkung dan diputar oleh motor penggerak.

Puataran dari impeller bakal memberikan model sentrifugal terhadap cairan dan diarahkan kes sisi discharge. Sebelum cairan berikut nampak melalui discharge, pada mulanya bakal ditahan oleh casing agar menyebabkan tekanan alir. Untuk merawat agar didalam casing selalu terisi cairan, maka terhadap saluran isap harus ditambah bersama katup kaki (foot valve). Kosongnya cairan di didalam impeller dapat membuat masuknya udara dan menyebabkan kavitasi.

Pompa Desain khusus

Pompa jenis ini dirancang untuk suatu suasana tertentu di didalam beraneka bidang sesuai bersama kebutuhannya. Contohnya jet pump atau ejector, pompa jenis ini terdiri dari sebuah tabung pancar, nozzle konvergen dan venturi berupa diffuser. Cara kerjanya ialah, terhadap bagian konvergen dihubungkan bersama pipa yang berfungsi sebagai penghisap cairan.

Fluida dapat terhisap oleh pompa gara-gara terdapatnya kekuatan penggerak didalam bentuk kekuatan tekanan, selanjutnya fluida bakal dialirkan melalui nozzle dan masuk kedalam tabung bersama kecepatan tinggi agar membuat kevakuman di didalam tabung pompa.

Fluida yang terhisap tadi bakal menyatu bersama fluida penggerak dan sesudah itu ikut mengalir. Pompa desain tertentu layaknya jet pump umumnya digunakan di sumur-sumur minyak, tak hanya itu, jenis lainnya juga banyak digunakan oleh pemadam kebakaran untuk memompakan busa bersama bersama air.