Welcome to Our Website

7 Ciri – Ciri Negara Berkembang Yang Perlu Diketahui

DBS Bank Ungkap 3 Fakta Tren Penanaman Modal di akhir 2021
source gambar : fortuneidn.com

Negara berkembang adalah suatu negara yang rendah tingkat kesejahteraannya, serta ditandai dengan belum banyak menguasai perekonomian, ilmu pengetahuan, dan juga teknologi.

Biasanya istilah negara berkembang digunakan untuk mengklasifikasikan kesejahteraan atau perekonomian negara yang masih rendah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), negara berkembang adalah sebuah negara yang memiliki ciri – ciri seperti pertanian yang tradisional dan menjadi faktor produksi primer, industri belum berkembang, jumlah dan tingkat penduduk besar. Pendapatan di negara berkembang juga rendah, dan belum banyak sumber daya yang terolah.

Nah, untuk mengetahui lebih lengkap seputar pengelompokkan negara berkembang bisa mencari tahu seperti apa ciri – cirinya. Berikut dibawah ini rangkuman tentang ciri ciri negara berkembang yang perlu diketahui :

  1. Rendahnya Tingkat Pendapatan Perkapita

Tingkat pendapatan perkapita di negara – negara berkembang masih tergolong rendah. Hampir separuh negara di dunia termasuk kedalam negara berkembang karena memiliki tingkat pendapatan perkapita yang rendah.

Pendapatan perkapita sendiri merupakan nilai rata – rata dari pendapatan penduduk di suatu negara. Untuk bisa mengetahuinya bisa dilakukan dengan membagi pendapatan nasional dengan jumlah penduduk.

  1. Angka Kelahiran Yang Tinggi

Jumlah penduduk di negara – negara berkembang banyak karena tingginya angka kelahiran. Salah satu penyebab tingginya laju pertumbuhan penduduk di negara berkembang adalah karena kurangnya sosialisasi keluarga berencana.

Angka kelahiran yang tinggi di negara berkembang pun didorong oleh pernikahan dini, tingkat pendidikan rendah, dan lain sebagainya.

  1. Tingkat Pendidikan Yang Rendah

Ciri negara berkembang selanjutnya adalah rendahnya tingkat pendidikan. Tingkat pendidikan yang rendah kerapkali sebanding dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Maka tidak heran jika kedua faktor tersebut turut berdampak terhadap pendapatan perkapita suatu negara. Selain itu, tingkat ekonomi yang rendah di negara berkembang mengakibatkan kurangnya fasilitas pendidikan yang memadai.

Kondisi tersebut menjadikan negara berkembang memiliki tingkat pendidikan yang tergolong rendah dan susah bersaing.

  1. Tingginya Jumlah Pengangguran

Jumlah pengangguran yang terbilang tinggi pun menjadi ciri negara berkembang. Seiring semakin banyaknya angka kelahiran, maka persaingan di dunia kerja pun tentunya tinggi. Kondisi tersebut membuat negara – negara berkembang tidak memiliki kemampuan untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang layak untuk menampung jumlah pengangguran yang terlalu banyak.

  1. Penduduknya Kurang Disiplin

Ciri lain dari negara berkembang adalah penduduknya kurang disiplin. Kedisiplinan memang belum menjadi budaya dan kebiasaan di negara berkembang sehingga tak heran jika masih banyak ditemui pelanggaran disiplin dalam kehidupan sehari – hari.

Untuk mengubah mental masyarakat yang kuran disiplin tersebut diperlukan peran pemerintah terutama pimpinan negara untuk menegakan aturan dengan tegas.

  1. Tingkat Korupsi Tinggi

Korupsi merupakan perbuatan sangat keji yang masih mengakar di pemerintahan sebuah negara, termasuk di negara berkembang. Apalagi, tingkat korupsi di negara berkembang lebih tinggi daripada negara maju. Tingginya tingkat korupsi tersebut jelas akan berdampak buruk pada perekonomian negara.

  1. Jumlah Impor Yang Lebih Besar Daripada Ekspor

Ciri negara berkembang selanjutnya adalah memiliki jumlah impor yang lebih besar daripada ekspor. Dilakukannya ekspor tersebut karena negara mengalami keterbatasan teknologi dan keahlian sehingga memerlukan barang yang didatangkan dari negara lain guna memenuhi kebutuhan.

Dengan melakukan impor, maka berarti suatu negara perlu mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Hal tersebut pun bisa berpengaruh pada kesejahteraan masyarakatnya.

Selain itu masih ada ciri – ciri lain dari negara berkembang yang perlu diketahui seperti mengandalkan sektor primer, rendahnya penguasaan IPTEK, dan tidak memiliki modal yang cukup.