Simak Gejala Umum Neuralgia Trigeminal Berikut, Apakah Anda Salah Satunya?

January 12, 2020 0 By Nadine

Neuralgia trigeminal merupakan masalah nyeri kronis secara tiba-tiba yang terjadi pada penderitanya diakibatkan oleh gangguan pada saraf trigeminal yang merupakan saraf ke-5 dari 12 pasangan saraf di otak. Penting bagi kita untuk gejala umum neuralgia trigeminal supaya menjadi lebih siaga dan berhati-hati apabila penyakit ini menyerang. Umumnya nyeri terasa pada salah satu bagian sisi wajah, terutama pada wajah bagian bawah. Entah itu di rahang, gigi, bibir, ataupun sekitar pipi. Pada bagian dahi dan mata juga dimungkinkan akan merasakannya. dr. Mahdian Nur Nasution, Sp,. BS,. sebagai dokter bedah saraf menyatakan bahwa sakit nyeri yang terjadi sangatlah hebat, jika ada skala 1 – 10, nyeri tersebut memiliki skala 10 karena sangat menyakitkan. Sensasi yang ditimbulkan akibat nyeri ini sangat beragam, bisa muncul setiap waktu, berulang, atau beberapa saat saja. Jika anda melakukan gerakan berbicara, berwudhu, menggosok gigi, terkena udara dingin, menelan, dan melakukan sentuhan halus di area wajah maka rasa nyeri itu akan mudah datang. Hal ini karena berkaitan dengan adanya aktivitas di area wajah.

Nyeri yang ditimbulkan seperti kram atau kejang, tersengat seterum listrik, hingga rasa terbakar yang terus terjadi dengan intensitas sakit yang lebih rendah. Terkadang, rasa nyeri juga diiringi dengan rasa perih dan panasi yang berlangsung lama. Meskipun ada beberapa waktu di mana pasien tidak mengalami nyeri apapun padahal masih menderita penyakit yang sama. Menurut laporan dari kemenkes.go.id, penyakit ini diderita oleh siapa saja, baik itu wanita atau laki-laki. Akan tetapi perbandingan pasien wanita dan laki-laki sekitar 3:2 di mana wanita lebih rawan sebagai korbannya. Bersumber dari kepustakaan, angka kasus penyakit ini diantara 4 – 5/100 000/tahun hingga 20/100 000/tahun yang terjadi pada usia 60 tahun ke atas. Mengapa salah satu gejala umum neuralgia trigeminal dialami oleh orangtua? Hal ini dimungkinkan dengan adanya kaitan bersama penyakit sklerosis pembuluh darah dan hipertensi yang kebanyakan diderita oleh seseorang berusia lanjut. Tak hanya penyakit ini, bahkan mungkin pasien juga akan mengalami multiple sclerosis.  

Untuk meminimalisir terjadinya gejala umum neuralgia trigeminal maka anda harus melakukan pengobatan ke dokter ahli. Biasanya sebelum melakukan pemeriksaan dan pengobatan, dokter akan melakukan diagnosis untuk memastikannya. Namun semua itu tidaklah mudah. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan dokter bedah saraf di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional menyebutkan bahwa banyak pasien dengan keadaan ini sulit untuk didiagnosis secara tepat. Banyak pasien yang berkunjung dan melakukan pencabutan beberapa gigi karena menyangka penyebab nyeri wajah yang dialami akibat kelainan gini, bukan sebab saraf trigeminal. Alhasil akibat kegagalan dalam mendiagnosis tersebut menyebabkan kegagalan lain yang berkaitan dengan tatalaksana terapi dari penyakit tersebut. Oleh karena itu, seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih, saat ini diagnosis didukung dengan pemeriksaan radiologi pada otak (MRI). Tujuannya ialah untuk mengetahui penyebab timbulnya penyakit ini, apakah akibat dari masalah Neuro-Vaskular ataupun karena multiple sclerosis, ataupun tumor.

Cara lain untuk mengurangi gejala umum neuralgia trigeminal ialah dengan mengonsumsi obat-obatan. Pasien dapat mengonsumsi obat anti kejang, seperti oxcarbazepine dan carbamazepine untuk mengatasi nyeri wajah. Meskipun sebenarnya konsumsi carbamazepine dapat menimbulkan masalah serius yaitu adanya reaksi alergi obat Steven Johnson. Jangan mengonsumsi obat golongan opioid dan NSAID karena tidak akan menimbulkan manfaat apapun. Sebab penyakit ini tergolong nyeri neuropati. Apabila penggunaan obat anti kejang tidak berhasil, pasien dapat mencoba untuk mengonsumsi gabapentin dan lamotrigine. Apapu itu, segeralah melakukan pengobatan, sebab dilansir dari alodokter.com, komplikasi yang ditimbulkan akibat tidak segera melakukan pemeriksaan ialah merasakan kesulitan dalam menjalani kehidupan khalayak normal sehingga timbul kasus kejiwaan. Contohnya depresi.